Peradaban yang berasal dari kata
“adab” yang intinya teratur dan dapat berarti ahlak atau kesopanan serta
kehalusan budi pekerti berhubungan erat dengan konsep nilai moral, norma, etika
dan estetika yang ada di masyarakat. Oleh karena itu kebutuhan akan adab dan
peradaban berhubungan dengan kebudayaan dan organisasi sosial.
Manusia
sebagai individu, makhluk sosial dan mahluk religius
Manusia sejak awal
lahirnya adalah sebagai makhluk sosial (ditengah keluarganya). Makhluk yang
tidak dapat berdiri sendiri tanpa bantuan orang lain. Manusia memerlukan mitra
untuk mengembangkan kehidupan yang layak bagi kemanusiaan. Sebagai individu,
manusia dituntut untuk dapat mengenal serta memahami tanggung jawabnya bagi
dirinya sendiri, masyarakat dan kepada Sang Pencipta.
Manusia, keragaman dan
kesederajatan
Struktur masyarakat Indonesia yang majemuk dan dinamis,
ditandai oleh keragaman suku bangsa, agama dan kebudayaan. Keragaman tersebut
merupakan kekayaan budaya yang membanggakan, tetapi pada sisi lain mengandung
potensi masalah konflik. Jadi keragaman tersebut haruslah dapat dicari solusinya
dengan semangat pluralisme, keterbukaan dan mengembangkan
kesederajatan.
Manusia, moralitas dan hukum
Manusia sebagai makhluk social
dan berbudaya pada dasarnya dipengaruhi oleh nilai-nilai kemanusiaan. Nilai
tersebut berupa: etika yang erat hubungannya dengan moralitas, maupun estetika
yang berhubungan dengan keindahan.
Dalam realitas sosial, pengembangan
supremasi hukum sangat tergantung pada empat komponen, yaitu :
1. Materi
hukum
2. Sarana prasarana hukum
3. Aparatur hukum
4. Budaya hukum
masyarakat.
Tatkala terjadi dilema antara materi hukum, konflik diantara
penegak hukum, kurangnya sarana dan prasarana hukum, serta rendahnya budaya
hukum masyarakat, maka setiap orang (masyarakat dan aparatur hukum) harus
mengembalikan pada rasa keadilan hukum masyarakat, artinya harus mengutamakan
moralitas masyarakat. Demikian pula dalam pengembangan estetika yang akan
menjadi wujud budaya masyarakat sangat mungkin terjadi dilema dan benturan
dengan nilai etika.
Manusia, sains dan teknologi
Dalam setiap kebudayaan
selalu terdapat ilmu pengetahuan atau sains dan teknologi, yang digunakan
sebagai acuan untuk menginterpretasikan dan memahami lingkungan beserta isinya,
serta digunakan sebagai alat untuk mengeksploitasi, mengolah dan memanfaatkannya
untuk pemenuhan kebutuhan-kebutuhan manusia. Sains dan tekhnologi dapat
berkembang melalui kreativitas penemuan (discovery), penciptaan (invention),
melalui berbagai bentuk inovasi dan rekayasa. Kegunaan nyata IPTEK bagi manusia
sangat tergantung dari nilai, moral, norma dan hukum yang mendasarinya. IPTEK
tanpa nilai sangat berbahaya dan manusia tanpa IPTEK mencermikan
keterbelakangan.
Manusia dan lingkungan
Secara alamiah manusia
berinteraksi dengan lingkungannya, manusia sebagai pelaku dan sekaligus
dipengaruhi oleh lingkungan tersebut. Perlakuan manusia terhadap lingkungannya
sangat menentukan keramahan lingkungan terhadap kehidupannya sendiri. Manusia
dapat memanfaatkan lingkungan tetapi perlu memelihara lingkungan agar tingkat
kemanfaatannya bisa dipertahankan bahkan ditingkatkan. Bagaimana manusia
mensikapi dan mengelola lingkungannya pada akhirnya akan mewujudkan pola-pola
peradaban dan kebudayaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar